Metode Pengurutan Buble Sort

Diposting pada 1.128 views

Pengertian Buble sort:

Metode buble sort merupakan metode sederhana untuk melakukan pengurutan data. Metode buble sort bagus gunakan dalam mengurutkan data dengan jumlah yg sedikit.

Cara kerja Pengurutan Buble short:

Pengurutan dengan mnggunakan buble short dilakukan dengan membandingkan elemen pertama dengan elemen di sampingnya, jika elemen pertama lebih besar daripada elemen ke dua, maka posisinya di tukar lakukan hal tersebeut ber ulang-ulang sampai di temukan urutan yang tepat.

Contoh Pengurutan Buble Sorth
Terdapat contoh array yang belum di urutkan:

20  12  35  11  17  9  58  23

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen

Dimetode bubble sort, proses pengurutan dimulai dengan membandingkan elemen pertama untuk mendapatkan angka terbesar. Lalu angka tersebut ditempatkan pada elemen terakhir.
Sebagai langkah awal, isi elemen pertama dibandingkan dengan elemen ke-2. Jika isi elemen ke-2 lebih kecil dari elemen pertama, maka isi kedua elemen tersebut ditukar. Sehingga isi array berubah menjadi :

12  20  35  11  17  9  58  23

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen data elemen 1 dan 2 setelah di tukar

Lalu elemen ke-2 dibandingkan dengan elemen ke-3. jika isi elemen ke-3 lebih besar, maka isi kedua elemen tersebut tidak ditukar.

12  20  35  11  17  9  58  23

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen elemen data 2 dan 3 tidak di tukar

Perbandingan selanjutnya dilakukan terhadap elemen ke-3 dengan ke-4. Karena elemen ke-4 lebih kecil, maka isi kedua elemen tersebut ditukar. Sehingga isi array sebelumnya berubah
Menjadi :

12  20  11  35  17  9  58  23

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen elemen data 3 dan 4 setelah di tukar

Proses perbandingan seperti diatas dilakukan secara berulang sampai pada elemen terakhir. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan bilangan terbesar yang ditempatkan pada posisi elemen terakhir. Dibawah ini kondisi array setelah perbandingan elemen terakhir

12  20  11  17  9  35  23  58

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen data setelah di tukar

Proses diatas hanya mencari bilangan terbesar pertama. Ulangi proses tersebut untuk mencari bilangan terbesar lainnya setelah bilangan terbesar pertama tadi. Namun proses perbandingan hanya dilakukan mulai dari elemen pertama sampai elemen ke-7. Isi elemen pertama dibandingkan dengan elemen ke-2. Karena isi elemen ke-2 lebih besar, maka isi kedua elemen tersebut tidak ditukar.
Kemudian elemen ke-2, dibandingkan dengan elemen ke-3. Karena elemen ke-3 lebih kecil, maka isi kedua elemen tersebut ditukar sehingga isi array menjadi :

12  11  20  17  9  35  23  58

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen elemen data 2 dan 3 setelah di tukar

Lanjutkan proses diatas sampai pada elemen ke-7. Hasilnya isi array menjadi

12  11  17  9  20  23  35  58

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen data setelah di tukar

Kini isi elemen ke-7 dan ke-8 sudah urut berdasarkan bilangan kecil ke besar. Namun elemen lainnya belum terurut. Untuk itu ulangi proses diatas, namun elemen yang dibandingkan hanya sampai pada elemen ke-6 saja. Setelah itu, proses perbadingan diulangi lagi sampai elemen terakhir yang dibandingkan yaitu elemen ke-2. Hasil akhirnya menjadi :

9  11  12  17  20  23  35  58

1    2    3    4    5    6   7   8 <----- indek yg menunjukan posisi elemen data sudah terurut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *